loggerindo.co.id – Dalam industri cold chain, menjaga kestabilan suhu merupakan kewajiban penting karena sedikit fluktuasi saja dapat menurunkan kualitas makanan, merusak vaksin, atau bahkan membahayakan kesehatan. Oleh karena itu, cold storage logger hadir sebagai sistem pemantauan yang bekerja tanpa henti, mulai dari mencatat kondisi suhu secara berkala, hingga akhirnya memberikan peringatan ketika terjadi penyimpangan, sekaligus menyediakan data lengkap untuk memenuhi persyaratan regulasi.
Apa itu Cold Storage Logger?

Cold storage logger atau temperature data logger adalah perangkat yang otomatis mengukur dan merekam suhu, serta kadang kelembapan, di ruang penyimpanan dingin maupun cold chain. Berbeda dengan termometer biasa yang hanya menampilkan kondisi saat itu, data logger bekerja terus menerus dalam periode tertentu dan selain itu, semua hasil pengukuran tersimpan di memori internal sehingga ketika pencatatan selesai, data dapat diunduh dan dianalisis dengan mudah.
Beberapa fitur khas cold storage logger modern meliputi:
- Sensor internal atau eksternal (probe) untuk fleksibilitas penempatan.
- Pencatatan suhu minimum, maksimum, dan suhu aktual.
- Kemampuan logging otomatis tanpa intervensi manusia terus-menerus.
- Memori penyimpanan data serta opsi ekspor data untuk audit atau bukti rekaman suhu.
- Pada logger modern: konektivitas (misalnya Bluetooth, IoT), alert (alarm) ketika suhu melewati ambang batas, dan integrasi dengan sistem cloud atau aplikasi.
Mengapa Mengukur Suhu Pada Cold Storage Itu Penting?
Menjaga Kualitas & Keamanan Produk
Banyak produk cold-chain sangat sensitif terhadap suhu, sehingga sedikit penyimpangan dapat menurunkan mutu atau merusak kualitasnya. Logger membantu memantau suhu secara kontinu agar tetap berada dalam rentang aman sesuai kebutuhan produk.
Kepatuhan terhadap Regulasi & Standar Internasional
Dalam cold chain farmasi, pencatatan suhu wajib akurat dan terverifikasi sehingga pantauan manual tidak memadai. Logger yang terkalibrasi memastikan data tercatat rapi, memenuhi kebutuhan audit, standar kualitas, dan traceability.
Deteksi Dini dan Pencegahan Kerugian
Cek manual sering melewatkan fluktuasi suhu, sedangkan data logger merekamnya otomatis dan menunjukkan perbedaan antar titik, sehingga koreksi dapat dilakukan sebelum kualitas produk menurun.
Efisiensi Operasional dan Transparansi Rantai Pasok
Cold storage logger memastikan suhu tetap terpantau baik di gudang maupun saat distribusi berpendingin, sehingga kualitas produk tetap terjaga hingga tujuan akhir. Riwayat datanya juga menjadi bukti kepatuhan yang dapat dipertanggungjawabkan, penting bagi reputasi dan regulasi di industri F&B serta farmasi.
Kenalin InTemp CX405 sebagai Alat Monitoring Suhu Andal untuk Cold Storage

Jika Anda sedang mencari solusi profesional untuk pengawasan suhu di cold storage atau dalam rantai pendingin, salah satu perangkat yang sangat direkomendasikan adalah InTemp CX405 RTD Dry Ice Data Logger.
Fitur yang dimiliki InTemp CX405 Data Logger
- Rentang pengukuran luas dari minus 95 derajat Celsius sampai 50 derajat Celsius.
- Probe eksternal sepanjang satu koma lima meter dengan perlindungan kabel tahan gores.
- Layar LCD menampilkan suhu aktual, nilai minimum, dan maksimum untuk kepentingan audit.
- Alarm visual dan audio ketika suhu melewati batas aman.
- Konektivitas Bluetooth Low Energy untuk pengunduhan data dan integrasi cloud.
- Memenuhi standar regulasi internasional serta memiliki sertifikasi kalibrasi NIST.
- Memori besar yang dapat menyimpan puluhan ribu data pengukuran.
- Menggunakan baterai AAA yang dapat diganti dengan rentang interval pencatatan dari 1 detik sampai 18 jam.
